Showing posts with label Quotes. Show all posts
Showing posts with label Quotes. Show all posts

Friday, August 31, 2012

Kepada seluruh rekan sejawat --



Kepada seluruh calon dokter dan rekan-rekan sejawat, mungkin artikel yang saya copy ini bisa membantu :-)

Jika Anda ingin menjadi dokter untuk bisa kaya raya, maka segeralah kemasi barang-barang Anda.
Mungkin fakultas ekonomi lebih tepat untuk mendidik anda menjadi businessman bergelimang rupiah
Daripada Anda harus mengorbankan pasien dan keluarga Anda sendiri demi mengejar kekayaan.

Jika Anda ingin menjadi dokter untuk mendapatkan kedudukan sosial tinggi di masyarakat, dipuja dan didewakan, maka silahkan kembali ke Mesir ribuan tahun yang lalu dan jadilah fir’aun di sana. Daripada Anda di sini harus menjadi arogan dan merendahkan orang lain di sekitar Anda hanya agar Anda terkesan paling berharga.

Jika Anda ingin menjadi dokter untuk memudahkan mencari jodoh atau menarik perhatian calon mertua, mungkin lebih baik Anda mencari agency selebritis yang akan mengorbitkan Anda sehingga menjadi artis pujaan para wanita. Daripada Anda bersembunyi di balik topeng klimis dan jas putih necis, sementara Anda alpa dari makna dokter yang sesungguhnya.

Dokter tidak diciptakan untuk itu, kawan.

Memilih menjadi dokter bukan sekadar agar bisa bergaya dengan BMW keluaran terbaru, bukan sekadar bisa terihat tampan dengan jas putih kebanggaan, bukan sekadar agar para tetangga terbungkuk-bungkuk hormat melihat kita lewat.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan pengabdian. Mengabdi pada masyarakat yang masih akrab dengan busung lapar dan gizi buruk. Mengabdi pada masyarakat yang masih sering mengunjungi dukun ketika anaknya demam tinggi.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan empati, ketika dengan lembut kita merangkul dan menguatkan seorang bapak tua yang baru saja kehilangan anaknya karena malaria.

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan kemanusiaan, ketika kita tergerak mengabdikan diri dalam tim medis penanggulangan bencana dengan bayaran cuma-cuma.

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan kepedulian, saat kita terpaku dalam sujud-sujud panjang, mendoakan kesembuhan dan kebahagiaan pasien-pasien kita.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan berbagi, ketika seorang tukang becak menangis di depan kita karena tidak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit anaknya yang terkena demam berdarah. Lalu dengan senyum terindah yang pernah disaksikan dunia, kita menepuk bahunya dan berkata, “jangan menangis lagi, pak, Insya Allah saya bantu pembayarannya.”

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan kasih sayang, ketika dengan sepenuh cinta kita mengusap lembut rambut seorang anak dengan leukemia dan berbisik lembut di telinganya,”dik, mau diceritain dongeng nggak sama oom dokter?”

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan ketegasan, ketika sebuah perusahaan farmasi menjanjikan komisi besar untuk target penjualan obat-obatnya, lalu dengan tetap tersenyum kita mantap berkata, “maaf, saya tidak mungkin mengkhianati pasien dan hati nurani saya”

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan pengorbanan, saat tengah malam tetangga dari kampung sebelah dengan panik mengetuk pintu rumah kita karena anaknya demam dan kejang-kejang. Lalu dengan ikhlas kita beranjak meninggalkan hangatnya peraduan menembus pekat dan dinginnya malam.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan terjal lagi mendaki untuk meraih cita-cita kita. Bukan, bukan kekayaan atau penghormatan manusia yang kita cari. Tapi ridha Allah lah yang senantiasa kita perjuangkan.

Yah, memilih menjadi dokter adalah memilih jalan menuju surga, tempat di mana dokter sudah tidak lagi perlu ada…

Thursday, August 18, 2011

Sepenggal Kisah Setelah Vakum

Assalamualaikum, Hallooooooooo...
Sebenernya bahan buat blogging banyak, tapi akhir-akhir ini ngerasa apa ya.... semacam bad mood buat blogging..
Oya, sekarang saya mahasiswa loh! hehehehe tepatnya mahasiswi.. di UIN Jakarta jurusan farmasi, sebenernya masih pengen (kekeuh) ke pendidikan dokternya hehe tapi ya apa mau dikata, mungkin tahun ini bukan rezekinya (menghibur gitu). Doakan saya ya supaya bisa tahun depan, yaaaa intinya sekarang mensyukuri aja apa yang telah diberikan Allah buat saya, yang penting ikhlas kan ngejalanin semuanya...... Tahun depan rencana tetep yaa pengen ke Undip hahahaha itu obsesi dari dulu :)) Sebenernya kemarin banyak juga yang bilang "kemana aja hen ga ada kabar?" hahahaha berasa orang penting ya ditanya begituan -_____- nih dijawab nih, kemaren kemaren yaaaaa ada aja sih, ikut tes sana sini demi cita-cita yang belum terealisasikan!!! Dan kemarin itu pengumumannya saya dapet 2 jurusan farmasi haha positifnya sih berarti taun ini emang di takdirkan untuk masuk ke jurusan ini hahahaha Semoga tahun depan emang jalannya saya buat ke jurusan itu hehehe masih ada waktu buat belajar lagi, dan perlu semangat dan tekad yang kuat buat semua itu :-) oiya, buat temen-temen seperjuanganku di FK hahaha *ya gausah disebutin namanya* semangat ya semangat, semoga thn depan kita semua bisa diterima yaa, tetap semangat lah pokoknya! Saya masih percaya bahwa kegagalan itu adalah kesuksesan yang tertunda, Sebenernya kan tiap orang punya jalan hidup masing-masing, ada yang langsung sukses, ada yang butuh proses *asiiik* hahaha Dan disini saya pengen bilang PTN atau PTS itu ga menjamin kesuksesan, semua itu juga perlu usaha dari dirinya masing-masing.... Jadi yaaa buat yang gagal SNMPTN kemaren atau UM (Ujian Mandiri) dsb, jangan patah semangat gitu yaaaa masih ada tahun depan, kita ga bakal tau jalan mana yang kita dapet, itu semua rencana Allah, manusia itu hanya berusaha, tapi yang menentukan itu hanyalah Allah...

Ini postingan sebenarnya sebagai penghibur dan pe-motivasi juga kali ya mungkin untuk diri saya sendiri, semacam curahan hati sang blogger hahahahahahahaha semoga bisa memotivasi untuk lebih menyemangati kalian!!

-Wassalam-

Thursday, April 21, 2011

First Quotes

Terkadang, tak peduli seberapa keras usahamu tuk bertahan, kamu terpaksa melepaskan, karena kamu lelah berjuang sendirian.


Akan ada seseorang dalam hidup ini yg tak peduli betapa banyak luka yg dia berikan, kamu tak pernah bisa melepaskannya. 


By: @pepatah

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...